User blogs

Tag search results for: "framing"
Hendy Kusmarian


Cara orang2 bereaksi thd informasi sama bergantungnya pada penyajian informasi itu spt pada substansi/isi informasinya – jika tidak lebih.

 

Kita semua suka mengatakan bhw kita tidak membeli produk berdasarkan kemasannya, tetapi saat menyangkut informasi, cara orang bereaksi sangat bergantung pada cara informasi itu dikemas dan disajikan.

 

Dengan kata lain, bukan hanya kebetulan bahwa para pembawa berita wanita di stasiun-stasiun TV lokal semua memiliki rambut yang terawat sempurna dan senyum paling berkilau yang dapat diberikan oleh kedokteran gigi modern.

 

Selama bertahun-tahun, para profesional cerdik telah memahami bahwa informasi membuat dampak yang lebih besar jika dibingkai secara ahli.

 

Richard Nixon memahami ini. Pada 1952, lebih dari dua dekade sebelum Watergate mencapnya selamanya sebagai "Tricky Dick", Richard Nixon melakukan salah satu kelihaian beladiri politik terbesar yang pernah dilihat bangsa itu.

 

Itu terjadi di tengah2 kampanye presiden 1952. Nixon mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden dengan tiket yang dipimpin oleh Dwight Eisenhower. Tiket Eisenhower-Nixon tampak seperti sepatu hak sampai muncul tuduhan mengenai dugaan dana gelap politik yang telah dibuat oleh teman2 kaya Nixon untuknya.

 

Nixon hanya membantah tuduhan tersebut, tetapi orang2 tidak percaya. Tekanan menjadi begitu kuat sehingga bahkan para petinggi Partai Republik mendesak Nixon mundur dan membiarkan orang lain menggantikannya di sisi Ike.

 

Nixon tahu bahwa kelangsungan politiknya bergantung pada pemberian sesuatu kepada rakyat Amerika yang dapat mereka rangkul dan bela. Dia melakukannya dengan menyampaikan pidato "Checkers"-nya yang terkenal di televisi nasional. Dalam pidato ini, dia membuat pengakuan bahwa satu-satunya hadiah yang pernah dia terima sebagai seorang politikus adalah seekor ayam jago kecil bernama Checkers.

 

Lagi pula, siapa pernah bisa menyalahkan seorang politisi karena menerima anak anjing untuk gadis-gadis kecilnya?

 

Setelah pidato itu, Nixon diubah dari politisi tidak jujur yang biasa2 saja menjadi Tuan Amerika Tengah. Orang-orang menelepon dan mengirimkan telegram ke kantor GOP, dengan antusias mendesak agar Nixon tetap terdaftar.

 

Ini adalah contoh menakjubkan dari kerja manipulasi psikologi. Dalam hal informasi substantif, Nixon tidak mengatakan hal baru sama sekali. Namun demikian, persetujuan rakyatnya melambung tinggi.

 

Seorang pelajar Neuro Linguistic Programming (NLP) mungkin berkata bahwa Richard Nixon telah ‘mengemas ulang' dirinya sendiri.

 

NLP muncul pada tahun 1975 sebagai gagasan dari seorang mahasiswa muda pascasarjana pemrograman komputer bernama Richard Bandler dan seorang profesor linguistik bernama John Grinder. Usaha mereka di Universitas Santa Cruz dikelilingi oleh kontroversi sejak awal, tetapi ia tetap menjadi studi yang menarik. NLP mungkin dikelilingi kontroversi, tetapi tidak dapat disangkal bahwa ia menawarkan beberapa gagasan yang sangat ampuh.  

 

Pelajari NLP dan Anda mempelajari konsep framing (pengemasan), cara mengemas pesan agar lebih menarik, serta banyak konsep lain yang sangat berguna, di sini… https://terobosan.biz.id