User blogs

Tag search results for: "pemikiran bisnis"
Hendy Kusmarian


Semakin baik kita berpikir, semakin banyak kita hasilkan. Kita perlu mengubah pemikiran kita agar kita secara otomatis dan segera memperbaiki hasil-hasil kita.


Sederhanakan langkah-langkah yang perlu kita ambil untuk mencapai sukses yang kita kejar. Dengan mengambil langkah-langkah untuk menentukan apa yang sesungguhnya penting, dan membuang segala yang tidak penting, kita akan bisa bekerja lebih sedikit, menghasilkan lebih banyak, dan membangun bisnis impian kita dalam waktu tersingkat.
 
Sukses bisnis itu jauh lebih mudah daripada yang selama ini Anda alami. Karena asal dari setiap hasil dalam kehidupan dan bisnis adalah suatu pikiran awal, ganjaran yang akan Anda tuai dari berpikir secara lebih baik lebih daripada sekedar sukses bisnis.  

Anda akan dengan mudah jadi pengusaha yang lebih baik, dengan bisnis yang lebih baik, keuntungan lebih besar, dan beban kerja yang lebih seimbang karena keterampilan berpikir yang lebih baik ini. Ini akan memicu keyakinan baru yang akan melampaui segala yang Anda lakukan baik di dalam maupun di luar bisnis Anda. Anda juga akan lebih bahagia, lebih percaya, dan lebih baik dalam segala hal lain yang pernah Anda lakukan.

Fakta-fakta tentang perubahan perilaku antara lain menyatakan: Jika Anda tidak bisa melihatnya, atau merasakannya, dan memahaminya, Anda tidak bisa memandunya, dan lalu, Anda pasti menghambat diri. Anda akhirnya merasa seperti korban atau penumpang dalam kehidupan, bukan pengendali sukses bisnis Anda sendiri.

Tapi jika Anda mau jujur memandang situasi Anda, maka Anda akan alami suatu perubahan. Karena cara termudah dan paling pasti untuk mencapai tujuan yang begitu berani adalah mengejar titik ungkitan terbesar. Titik tumbukan atau dampak terkecil yang menyebabkan perubahan terbesar dalam hasil-hasil.  

Saat ini, titik ungkitan terbesar dalam bisnis Anda adalah ANDA. Dan titik ungkitan terbesar Anda adalah PEMIKIRAN ANDA. Jadi dengan memperbaiki pemikiran Anda, gelombang perbaikan akan melanda ke seluruh hidup Anda dan bisnis Anda. Yang secara radikal memperbaiki hasil-hasil yang saat ini Anda dapatkan dalam setiap bidang kehidupan pribadi dan bisnis Anda.
 
Anda mungkin berkata, "Saya sudah berpikir sepanjang waktu... Bahkan, saya tidak pernah berhenti berpikir... Saya berpikir saat bekerja, sambil saya bicara, sambil mengemudi.... Saya bahkan berpikir sambil membaca ini."

Ya, saya yakin tampaknya seolah-olah Anda berpikir sepanjang waktu, tapi jangan begitu yakin. Kalau soal berpikir, pikiran Anda punya cara mempermainkan Anda.

Seperti yang pelawak Emo Phillips dulu suka bilang, "Saya dulu suka mengira otak saya itu organ paling menakjubkan dalam tubuh saya, sampai saya sadar siapa yang bilang itu pada saya.”
 
Contoh kasus: Anda mungkin akrab dengan ucapan Henry Ford, "Berpikir itu kerja paling berat yang ada, yang mungkin menjadi alasan begitu sedikit yang melakukannya."

Jelas, Henry setuju kebanyakan pengusaha tidak berpikir sepanjang waktu, meskipun mereka mengira begitu. Bahwa justru, mereka hampir tidak berpikir sama sekali.

Sebuah pelajaran singkat dalam fisiologi akan membantu melukiskan ini.
 
Tubuh Anda itu seonggok mesin yang sangat efisien. Selalu menggunakan berbagai strategi dan kiat untuk memperkecil energi yang dikonsumsinya. Meski begitu, hanya agar Anda terus hidup, tubuh Anda terus bekerja. Tebak bagian mana dari tubuh Anda yang mengonsumsi energi terbanyak bahkan saat rehat? Jika Anda menebak otak, Anda benar.

Ini uraiannya: Saat tubuh Anda beristirahat, hanya agar terus hidup, otak Anda mengonsumsi sekitar 20 persen dari oksigen yang Anda hirup dan kalori yang Anda bakar. Itu lebih dari hati Anda (10 persen), paru-paru (10 persen) dan ginjal Anda (7 persen).

Dan, 20 persen yang dilahap oleh otak Anda itu hanya dalam keadaan istirahat. Ketika Anda berpikir, angkanya melonjak tinggi.

Seberapa tinggi naiknya? Nah, ini sekedar petunjuk... Para juara catur, misalnya, telah diketahui mengeluarkan keringat antara 7 sampai 10 pon selama suatu pertandingan catur 2-jam yang sengit. Dan itu dalam ruangan dingin!

Itu hanya sedikit bukti bahwa Henry Ford tepat saat mengatakan "Berpikir itu pekerjaan terberat yang ada..."

Sekarang, mari kita bahas bagian kedua dari ucapan Henry Ford, ketika ia berkata, "...yang mungkin jadi alasan begitu sedikit yang melakukannya."

Karena tubuh Anda selalu mencoba untuk efisien (memperkecil pengeluaran energinya), dan otak Anda itu pengguna energi terbesar meskipun saat istirahat, strategi paling efektif untuk menghemat energi bagi tubuh Anda sebenarnya adalah tidak membuat otak Anda berpikir sama sekali.

Ingat, gen-gen kita telah diturunkan dari para leluhur kita. Mereka hidup dalam dunia di mana makanan (energi) sering langka. Mereka perlu jadi penghemat energi. Terutama karena mereka membutuhkan energi sebanyak yang bisa mereka kumpulkan, untuk memburu makanan mereka, menangkapnya, dan membunuhnya.
 
Jadi memang masuk akal untuk menghemat energi sebanyak mungkin dengan mengembangkan strategi-strategi baku yang mengurangi energi yang dikeluarkan dari organ penguras-energi terbesar (yaitu otak) dan prosesnya yang paling memakan energi (yaitu berpikir).

Karena itu, agar berfungsi dengan sesedikit mungkin pikiran, otak kita memanfaatkan berbagai strategi seperti pengalihan, generalisasi (penyamarataan), reaksi, pikiran-pikiran kebiasaan, proses-proses tak-sadar otomatis, serta banyak lainnya.
 
Karena ini bukan pembahasan tentang semua cara pintar otak Anda menghindari berpikir, kita tidak akan menjelajahi fungsi-fungsi ini secara mendalam. Tapi saya ingin beri Anda sedikit perspektif yang lebih baik di sini sehingga Anda sepenuhnya memahami kebenaran ini. Inilah tiga contoh...

Contoh #1 – Proses-proses tak-sadar otomatis – Bandingkan perhatian (pemikiran terfokus) yang dibutuhkan untuk mengendarai mobil Anda saat Anda pertama belajar cara mengemudi dengan berapa banyak pemikiran yang perlu Anda lakukan sekarang di mana Anda bisa langsung mengemudi tanpa banyak pikiran. Atau, dalam hal parkir paralel. Karena banyak pengemudi tak punya proses otomatis untuk parkir paralel, mereka segera masuk ke moda berpikir sesaat ketika memarkir paralel. Mereka mengecilkan radio, berhenti berbicara di ponsel, menyuruh yang lain dalam mobil untuk diam, dan sekarang harus berkonsentrasi selama beberapa detik yang diperlukan ke dalam tempat parkir. Segala yang Anda sering lakukan otak Anda berusaha mengotomatkan, dengan begini ia bisa menghindari mengeluarkan energi berpikir di masa depan.

Contoh #2 – Generalisasi – Otak Anda telah membangun puluhan ribu generalisasi tentang cara dunia bekerja. Dan lebih seringnya, itu hal yang baik. Misalnya, Anda tidak harus berpikir ketika harus melewati pintu yang tertutup. Anda cukup meraih gagang pintunya dan memutarnya, semua tanpa berpikir. Bayangkan akan betapa sulit hidup andaikan Anda memang harus berpikir tentang segala hal yang Anda lakukan.

Pikirkan itu. Anda akan jumpai pintu yang sama, dan sekarang Anda harus memikirkan pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan pintu, ingat bahwa gagangnyalah cara Anda membukanya dulu, lalu Anda harus ingat bahwa Anda perlu memutarnya searah jarum jam, barulah Anda akhirnya bisa membuka pintunya. Jelas, itu akan nyaris mustahil untuk melakukan segala hal.

Jadi, Anda perlu banyak generalisasi agar berfungsi di dunia ini. Namun, masalahnya dua. Pertama, justru ketika Anda akan lebih mendapat manfaat dengan berpikir, Anda sering masih memakai generalisasi karena Anda tidak secara sadar sedang memilih kapan berpikir dan kapan tidak. Kedua, software mental Anda saat ini beroperasi dengan banyak generalisasi yang salah (kita semua memilikinya). Kebanyakan tidak memengaruhi Anda, tetapi ada beberapa yang berdampak. Dan kerugian yang bisa disebabkannya itu menakutkan.

Contoh #3 – Pikiran-pikiran kebiasaan – Sering ketika kita pikir kita sedang berpikir, kita sebenarnya hanya sedang memutar ulang keputusan-keputusan lama yang bisa dengan mudah kita ingat. Melalui proses pengulangan kita terus memutar ulang putusan-putusan yang sama itu sampai respon atau tanggapan kita terhadap pilihan-pilihan serupa menjadi kebiasaan. Kita dihadapkan dengan suatu putusan, kita berhenti sejenak, kemudian otak kita memunculkan putusan yang lama, dan kita merasa puas mengira memecahkannya. Tapi ini bukan berpikir, ini bereaksi, berdasarkan pengalaman-pengalaman silam kita.

Intinya, berpikir itu kerja keras. Dan karena kita semua dilengkapi dengan banyak cara untuk meloncati atau melewatkan berpikir, Anda mungkin tidak berbuat mendekati jumlah yang perlu Anda lakukan.
 
Jenis berpikir apa yang sedang kita bicarakan?

Jenis berpikir yang menumbuhkan bisnis Anda, dan membuat Anda kaya bukanlah jenis yang otomatis pasif. Justru, ia lebih sejalan dengan jenis berpikir yang dilakukan para juara catur ketika otak mereka beroperasi pada semua silinder. Dengan kata lain, ia lebih aktif, dan jauh lebih berat.

Ia juga terfokus. Jenis aktivitas mental yang saya maksud ini ketika Anda secara aktif dan sengaja terpaku pada mengamati, mengingat, bertanya-tanya, membayangkan, bertanya, menafsirkan, mengevaluasi, menilai, mengenali, menduga, mengarang, membandingkan, menganalisis, menghitung, dan bahkan metakognisi (berpikir tentang berpikir).

Semua itu jenis "berpikir" yang dimaksud Henry Ford ketika dia bilang itu kerja keras. Dan seperti katanya, sedikit yang melakukannya dengan kerap.
 
Jadi, berpikir itu penting. Anda tidak mungkin jadi pengusaha sukses tanpanya. Jadi, apa yang harus dilakukan pengusaha?

Jelas, mustahil untuk beranjak dari pemikir mogok menjadi pemikir jenius dalam semalam. Tapi yang bisa Anda lakukan adalah segera memperbaiki pemikiran Anda dengan menghilangkan faktor-faktor penyumbang terhadap pemikiran tidak akurat dan tidak menguntungkan. Jadi, itulah yang akan kita lakukan dulu.

Para pebisnis menderita 3 hambatan dalam hal memanfaatkan kekuatan pikiran. Yaitu: (1) keyakinan-keyakinan cacat yang disebabkan oleh asumsi-asumsi yang salah, (2) hasil-hasil dan urutan-urutan yang kabur, dan (3) peta-peta capaian yang tidak tepat.

Mari kita lihat sekilas masing-masing...

(1) keyakinan-keyakinan cacat yang disebabkan oleh asumsi-asumsi yang salah – sepanjang masa hidup Anda, Anda telah kembangkan banyak sekali keyakinan. Kebanyakan tepat dan memberi Anda manfaat. Namun sebagian tidak tepat dan menimbulkan kerugian luar biasa pada Anda. Terutama jika itu menyangkut soal-soal yang berkaitan dengan bisnis Anda. Karena tidak mungkin untuk berpikir akurat dan menguntungkan jika sudut pandang Anda miring oleh keyakinan-keyakinan yang salah. Oleh karena itu, untuk memperbaiki pemikiran Anda, langkah pertama adalah membersihkan diri dari segala keyakinan salah ini.

(2) hasil-hasil dan urutan-urutan yang kabur – dari ketiga hambatan, yang ini paling umum. Ini juga yang paling merusak bagi sukses bisnis. Karena hanya ketika Anda benar-benar jelas tentang apa yang Anda sedang coba ciptakan, komponen-komponen yang perlu untuk menciptakannya, dan langkah-langkah yang perlu Anda ambil untuk mendapatkannya, barulah Anda bisa memisahkan yang penting dari yang tidak penting dan mengambil macam putusan-putusan yang mendorong Anda menuju pertumbuhan dan keuntungan bisnis yang Anda inginkan.

(3) peta-peta capaian yang tidak tepat – para pengusaha sukses tahu kaidah-kaidah tak terlihat dari kehidupan dan bisnis. Dengan kata lain, bagaimana dunia sebenarnya bekerja dan mereka menata upaya-upaya mereka sesuai itu. Tanpa pengetahuan ini, Anda akhirnya mengabaikan yang terang, menempuh jalan-jalan yang salah, memiliki harapan-harapan yang tidak realistis mengenai tindakan-tindakan tertentu, dan tetap buta terhadap keuntungan besar dari putusan-putusan tak-terkait yang tampaknya sepele.

Sedikit sekali pengusaha yang tidak kurang dalam setidaknya satu dari tiga bidang ini, dan sayangnya kebanyakan kurang dalam ketiganya.

Jika diambil bersama-sama, mungkin sekitar 80% dari hasil-hasil bisnis Anda bisa dinisbahkan atau ditelusuri balik ke tiga komponen inti pemikiran Anda ini.

Dan meski pasti ada manfaat kumulatif memperbaiki ketiganya, Anda akan segera alami perbaikan yang kentara dengan menghadapi satu saja.