MENTALITAS KAWANAN & CARA MEMANFAATKANNYA DALAM BISNIS from Hendy Kusmarian's blog


Manusia, seperti ternak, cenderung bergerak dalam kawanan. Dalam aksi dan opini, kita pengikut alami. Kita suka bertindak dan berpikir dalam kelompok.


Melihat sejarah abad ke-20 saja, ada banyak contoh pengambilan keputusan kelompok, yang baik maupun menghancurkan. Pada 1930-an, naluri kawanan kita dalam perilaku keuangan pribadi menjerumuskan satu bangsa dalam Depresi Besar. Selama generasi yang sama, kawanan lain mengikuti Hitler saat dia menabur benih Perang Dunia II.

Bahkan Era Nazi memberi studi kasus penting cara kerja perilaku kawanan. Banyak orang mengaitkan kekejaman Reich Ketiga dengan karisma pribadi Hitler. Namun, di tiap rumah warga, kekuasaan Hitler jauh kurang berarti daripada ketakutan orang2 atas apa yang dipikirkan oleh para kawan dan tetangga mereka.

Diwawancarai bertahun2 kemudian, para warga Jerman ditanya mengapa mereka menyerahkan para tetangga mereka yang membangkang kepada pihak berwenang. Sebabnya bukan karena mereka mencintai Hitler, kata mereka. Tapi takut dilihat sebagai orang luar kelompok...

Keberadaan pikiran-kelompok bahkan telah dibuktikan secara ilmiah. Pada 1935, psikolog Mazafer Sherif membawa sekelompok orang ke dalam sebuah ruang gelap dan meminta mereka melihat ke satu titik cahaya kecil di kejauhan.

Kelompok ini menjadi subjek uji dalam kajian fenomena yang disebut "Efek Autokinetik". Anda dapat menguji efek ini sendiri. Lihat satu titik cahaya tak bergerak dalam ruang gelap dan cahaya itu mungkin tampak goyah kadang2.  

Dalam eksperimen Sherif, para subjek uji ditanya, pertama secara individu dan lalu sebagai kelompok, apakah cahaya itu bergerak atau diam. Sebagai individu, opini terbagi hampir sama: sekitar setengah mengatakan mereka melihat gerakan.

Namun, begitu mereka disatukan dlm kelompok, individualitas mereka mulai lenyap. Jawaban yang diberikan sebagian besar subjek sangat bergantung pada pendapat kelompok keseluruhan. Orang2 cenderung setuju dgn mayoritas, meski mereka harus menarik kembali jawaban pertama mereka.

Lalu, ketika ditanya kali ketiga dan terakhir sebagai individu, para subjek cenderung berpegang pada pendapat kelompok mereka dibandingkan pandangan pribadi mereka sebelumnya.

Pelajari lebih lanjut Mentalitas Kawanan dari buku MindControlMarketing.com di sini… https://terobosan.biz.id

Share:
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Hendy Kusmarian
Added Nov 2 '20

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives