
Orang dan tentara kalah perang dengan melakukan pertempuran yang sulit dan berkepanjangan yang membuat sumber daya mereka habis.
Hindari terlibat dalam tugas, proyek dan konflik yang berpotensi memakan banyak waktu dan sumber daya tanpa pasti menghasilkan keuntungan besar.
Evaluasi tindakan-tindakan bisnis Anda yang sedang berlangsung. Tanyai diri Anda apakah Anda menghabiskan banyak waktu pada urusan yang belum menghasilkan manfaat berarti bagi Anda dan bisnis Anda. Berikan prioritas lebih tinggi pada kemenangan yang bisa diraih dengan cepat, sehingga Anda bisa berlanjut ke hal-hal penting lainnya.
Tidak selalu bijaksana untuk mengikuti setiap pertempuran yang menghampiri Anda. Sun Tzu mengatakannya dengan sangat baik, "Saat bertempur, carilah kemenangan cepat. Pertempuran yang berlarut-larut akan menumpulkan senjata dan mengurangi semangat."
Kita bisa belajar hikmah-hikmah penting hari ini dari kehidupan pemimpin Yunani Pyrrhus, yang memimpin konflik-konflik yang berhasil melawan Roma pada tahun 280 dan 279 SM. Pada 280 SM, Pyrrhus mengalahkan telak Tentara Romawi di Heraclea, dan melakukan hal yang sama setahun kemudian di Ausculum.
Namun, masalah bagi Pyrrhus adalah bahwa kedua pertempuran sengit dan berlarut-larut itu – meski mungkin telah mengesankan – mengakibatkan banyak korban jiwa dan pasukan yang sangat melemah di pihaknya. Dari sekelumit sejarah ini, kita mendapatkan istilah "kemenangan pyrhik," yang berarti "kemenangan yang datang dengan korban besar".
Apa yang didapat dengan menang jika Anda menderita kerugian yang membuat Anda tidak bisa bertarung di semua perang berikutnya?
Pyrrhus seharusnya telah mendengarkan Sun Tzu, yang menulis, "Jika pasukan mengepung sebuah kota bertembok, kekuatan mereka akan habis. Jika tentara itu dihadapkan pada suatu pertempuran berkepanjangan, sumber daya negara tidak akan mencukupi. Ketika senjata tumpul dan semangat melemah, kekuatan dan sumber daya habis, penguasa tetangga akan memanfaatkan masalah ini. Kemudian para penasihat paling bijak pun tidak akan bisa menghindari akibat-akibat yang tentu menyusul."
Dalam bisnis, kita semua harus bertanya pada diri sendiri apakah kita jatuh ke dalam perangkap mencoba mengepung kota-kota bertembok – bertempur yang akan menguras sumber-sumber daya penting kita.
Dalam pemasaran Internet, kita sering menemukan diri mencoba menguasai satu atau dua kota bertembok. Ambil contoh mesin-mesin pencari.
Ya, mesin-mesin pencari dapat menjadi sumber bagus untuk traffic (pengunjung) terbidik untuk situs Anda. Masalahnya, banyak bisnis kecil menjadi serakah dan berpikir, secara keliru dan yang merugikan mereka, bahwa menghabiskan banyak waktu pada pemosisian mesin pencari akan membuka pintu menuju kesuksesan besar.
Mereka menggunakan banyak sekali teknik inovatif untuk mendapatkan posisi tinggi di berbagai mesin pencari. Kadang mereka berhasil. Namun, biasanya dalam jangka panjang, itu tidak sebanding dengan waktu yang mereka tanamkan. Saya beri Anda beberapa alasan mengapa ini terjadi:
> Mesin-mesin pencari terus mengubah aturannya – algoritme peringkatnya – sepanjang waktu. Apa yang memberi Anda peringkat nomor satu hari ini mungkin membuat Anda berada di posisi ke-4000 besok. Semua kerja keras Anda mungkin tiba-tiba menjadi sia-sia.
> Jika Anda mengirimkan konten yang sama terlalu sering, atau melakukan itu terlalu sering, mesin-mesin pencari mungkin mencekal Anda. Sekali lagi, kerja keras Anda mungkin jadi sia-sia.
> Mendapatkan peringkat nomor satu itu mungkin tidak akan mengirimkan banjir pengunjung yang Anda bayangkan. Kerja keras, sekali lagi, sia-sia.
> Ada banyak tugas pemasaran Internet lain yang jauh lebih sederhana yang akan menghasilkan laba yang lebih besar dengan usaha yang jauh lebih sedikit.
Saya tidak menentang mesin pencari. Bahkan ada beberapa orang di luar sana yang telah benar-benar menguasai seni pemosisian mesin pencari. Mereka melakukannya dengan sangat baik. Mereka juga sangat langka. (Jika Anda salah satu dari orang-orang ini, abaikan saja poin ini.) Namun, kebanyakan orang menghabiskan berjam-jam terjun dalam perang mesin pencari hanya untuk melihat upaya mereka sedikit membuahkan hasil, jika ada.
Maksud lebih besar yang ingin saya sampaikan adalah konsep kemenangan cepat. Terlalu banyak orang menyesali pilihan mereka untuk menghindari kemenangan cepat yang diberikan kepada mereka.
Seorang pebisnis online pernah ditawari $100.000 untuk situsnya. Awalnya, dia sangat girang dengan tawaran itu. Dia tidak pernah membayangkan memiliki $100.000 dan uang ini akan membuat perubahan besar dalam hidupnya. Namun kemudian, dia mendengar cerita tentang orang lain yang menjual situs serupa seharga $1.000.000 dan itu membuatnya marah. Dia kembali ke si pembeli dan memberi tahu mereka bahwa dia menginginkan lebih.
Ini menyebabkan proses negosiasi yang panjang dan tidak membuahkan hasil yang mengacaukan seluruh penawarannya. Dia pergi setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam negosiasi, dan tanpa satu dollar pun di sakunya.
Andaikan ia mengambil saja kemenangan cepat yang ada di depan pintunya itu, ia akan telah lebih kaya $100.000. Memang, $100.000 tidak sebanding dengan sejuta, tapi itu jauh lebih baik daripada nol (belum lagi memperhitungkan waktu yang terbuang).
Perluas konsep ini dan lihatlah bagaimana konsep tersebut bisa diterapkan dengan cara-cara lain. Apa Anda telah melakukan pertarungan hukum yang berlarut-larut sehingga Anda tidak mendapatkan apa pun? Apa selama ini Anda mengerjakan "satu proyek besar" yang sepertinya tidak pernah membuahkan hasil? Apa Anda terikat erat dengan suatu konsep promosi yang jelas tidak manjur? Apa Anda menghabiskan waktu berjam-jam mencoba menaiki tangga mesin pencari tanpa hasil apa pun?
Carilah kemenangan cepat dan maju.
The Wall