Optimasi

Tidak ada yang menyangkal: ini dunia di mana jeruk makan jeruk. Dunia bisnis tidak berbeda, malah mungkin ada lebih banyak kanibal. Bagaimana Anda bisa muncul sebagai juara? Bagaimana Anda memastikan bahwa produk dan jasa Anda mengalahkan semua pesaing?

Peter Drucker, pemikir bisnis terbesar abad ke-20, mengatakan, “Pemasaran dan inovasi menciptakan hasil-hasil; semua lainnya adalah biaya.” Saya menambahkan kegiatan penghasil-income ketiga: berstrategi/bersiasat.

Namun, meskipun pemasaran, inovasi, dan strategi melebihi apa pun lainnya yang bisa dilakukan bagi bisnis, banyak pebisnis tidak merancang aliran terobosan konstan dalam tiga bidang utama ini. Akibatnya, mereka tidak terus bekerja untuk menaklukkan diri, tetapi bisa yakin bahwa para pesaing mereka melakukannya. Jika Anda kalah dari pesaing, saatnya melakukan hal yang berbeda. Yang dibutuhkan hanya sedikit inovasi dan strategi maut. Dengan kata lain, pendekatan yang berbeda.

Kebanyakan orang tidak pernah menanyai diri pertanyaan ini: Apakah pendekatan yang saya gunakan untuk menghasilkan dan mempertahankan bisnis mendekati pendekatan tertinggi dan terbaik yang ada?

Optimasi vs. Inovasi

Banyak orang merancukan inovasi dengan optimasi, dua istilah populer dalam bisnis saat ini. Masing-masing adalah konsep yang berbeda. Optimasi berarti mengambil proses yang sudah ada dan membuatnya bekerja sampai optimum, di mana ia menghasilkan pendapatan terbanyak senilai jumlah investasi terkecil, entah investasi itu berupa waktu, risiko, atau modal.

Untuk optimasi, Anda pertama harus tahu bagaimana kinerja kegiatan-kegiatan yang terlibat dalam sistem pendapatan Anda. Jika suatu kegiatan tidak berhasil, Anda harus menggantinya atau memperbaikinya. Jika berhasil, Anda harus memaksimalkan kinerja itu. Itulah optimasi: mengambil apa yang berhasil dan membuatnya bekerja sampai derajat ke-n; atau, memperbaiki atau mengganti apa yang tidak berhasil.

Inovasi, bedanya, adalah suatu hal yang tak terduga dan serampangan. Bisnis harus merekayasa terobosan, mengambil risiko yang terkendali, dan melihat keluar industrinya mencari ide-ide baru. Jika dikelola dengan benar, inovasi itu berani dan mengasyikkan.

Optimasi maupun inovasi sangat penting bagi keberhasilan Anda, tetapi urutannya penting: optimasi, baru inovasi. Beginilah Anda melakukannya. Pada tahap pertama (optimasi), Anda membuat kegiatan- kegiatan yang saat ini Anda lakukan lebih baik lagi, belum tentu karena hal-hal itu merupakan penggunaan terbaik dan tertinggi, tetapi karena Anda tidak ingin membahayakan bisnis Anda saat ini dalam mencari alternatif-alternatif yang lebih baik.

Setiap kegiatan penghasil-income saat ini akan menjalani optimasi sampai menjadi stabil, yang di titik itulah Anda memasuki tahap dua: inovasi. Di sinilah Anda akan menggunakan peningkatan dana yang dihasilkan oleh optimasi dalam tahap satu untuk meneliti pendekatan-pendekatan baru untuk mengganti dan kadang-kadang melengkapi kegiatan- kegiatan yang kurang efektif. Inovasi pada dasarnya membuat usang kegiatan Anda yang sebelumnya. Intinya, inovasi dan optimasi bersandar pada prinsip-prinsip yang secara fundamental berbeda. Tapi memadukan keduanya akan membawa bisnis Anda ke tingkat yang sama sekali baru.

Ketika bisnis bergeser naik atau turun, banyak perusahaan melakukan satu dari dua hal: lebih banyak dari hal yang sama, atau lebih sedikit dari hal yang sama. Mana pun itu, kegiatan mereka semua terkait dengan melakukan hal yang sama, bukan melakukan hal atau kombinasi hal yang berbeda. Di sinilah inovasi masuk. Kuncinya adalah mampu mengenali yang berikut ini:

  • Apa yang Anda lakukan bukanlah satu-satunya cara Anda bisa melakukannya.
  • Jika Anda mulai melakukan hal yang berbeda, Anda harus membandingkannya dengan apa yang Anda lakukan sebelumnya untuk terbaik menilai dampaknya.
  • Jika Anda menemukan pendekatan yang lebih baik, saatnya untuk beranjak naik; jika tidak, saatnya untuk pindah ke hal yang lain.

Para pemimpin pasar selalu adalah mereka yang merancang jumlah, kualitas, dan konsistensi maksimum dalam terobosan, baik dalam pemasaran, strategi, inovasi, atau manajemen. Luangkanlah sebagian waktu Anda untuk menemukan cara-cara dengan kinerja tertinggi dan paling aman untuk memaksimalkan kegiatan-kegiatan dan kinerja bisnis, yaitu “jenis pengatrolan yang baik.” Ini seperti dua jenis kolesterol, satu yang akan menyumbat pembuluh-pembuluh arteri dan membunuh Anda, dan satunya, yang dapat menangkal jenis buruknya.

Sama halnya dengan pengatrolan (leverage). Pengatrolan buruk telah membawa kehancuran pada bidang perkreditan. Anda juga akan melihat pengatrolan buruk ketika suatu bisnis berinvestasi dalam suatu aset—peralatan, karyawan, atau beban-usaha lain—yang meningkatkan kewajiban (baca, hutang) tetap jangka panjang mereka tanpa kepastian bahwa investasi itu akan menghasilkan keuntungan melebihi biayanya, apalagi bertambah nilainya. Itu cukup berisiko. Tentu, jika berhasil, Anda selamat. Tetapi jika tidak…

Jangan masuk dalam pengatrolan buruk. Carilah pendekatan baru yang secara dramatis melipatgandakan hasil, tetapi bekerjalah dengan satu jaring pengaman yang sangat besar yang membuat risiko praktis nihil. Carilah perubahan yang meningkatkan hasil-hasil Anda begitu Anda menerapkannya. Inovasi tidak bernilai kecuali membawa kelebihan jelas dan diinginkan yang lebih besar pada pasar—kelebihan yang semoga datang hanya dari Anda.